senja's blog

Saturday, September 23, 2006

Ganti Blog+selamat menuaikan ibadah puasa

haiiii, beberapa hari yang lalu senja resmi ganti blog neh di onlysenja.ngeblog.net. jadi bagi yang pengen nengok di situ aja ya, semua isi blog terdahulu juga sudah diimport di blog yang baru. selamat menikmati,dan selamat menunaikan ibadah puasa, semoga ibadah kita diterima Allah swt.

Monday, September 11, 2006

Jelmaan I Komang Putra

Kemampuan menggocek bola pengurus-pengurus DPW PKB Jateng ternyata ciamik. Buktinya DPW PKB kubu Abdul Kadir Karding menggulung Jawa Pos Radar Semarang (termasuk Meteor, red.) dengan skor telak 5-1 di lapangan Penerbad Bandara A. Yani kemarin sore. Ketua DPW PKB Jateng, Abdul Kadir Karding tampil sebagai bintang dengan memborong dua gol sekaligus. Sedangkan gol satu-satunya Jawa Pos dicetak oleh wartawan hiburan dan kriminal Sofian “Blue” DS.

Seru dan lucu itulah pemandangan yang tampak dalam pertandingan persahabatan ini. Sejak awal kedua tim berusaha memberikan perlawan yang keras. Kubu Jawa Pos menurunkan wartawan-wartawan mudanya untuk menghalau Karding dkk. Sayangnya di menit-menit awal Karding dkk berhasil membobol dua gol ke gawang Jawa Pos yang dijaga oleh wartawati olahraga, Senja Yustitia. Kebobolan tak lantas mengendurkan semangat tim wartawan. Mereka terus mencoba dan membangun serangan. Hasilnya, kecuali 1 gol mereka juga menghasilkan peluang-peluang emas dari kaki Arief Firhanusa, Bejan Syahidan, Wahyudi Novianto, dll namun kesempatan itu tak berbuah manis.

Sebaliknya, kubu Karding yang kalah penguasaan bola selalu cermat dan tepat dalam mengeksekusi serangan. Kendati sudah berganti kiper hingga 3 kali, lima gol yang bersarang ke gawang Jawa Pos meluncur nyaris tanpa hambatan. Menariknya, saking kecewanya dengan performa timnya sendiri, wartawan-wartawan Jawa Pos pun meminta wasit Doni segera meniup peluit panjang. Tapi Doni justru semakin tegas memimpin pertandingan.

Pertandingan yang dipenuhi gelak tawa dan canda ini juga diwarnai aneka provokasi kepada wasit. Aneka strategi dilakukan agar membuahkan penalti untuk mengejar ketinggalan tapi nihil. “Wah penalti harusnya, wasit berat sebelah,” koar suporter tim Jawa Pos.

Diakhir pertandingan, Karding menyerahkan kenang-kenangan kepada Jawa Pos yang dterima oleh Pemimpin Redaksi Radar Semarang Wahyudi Novianto.

Saturday, September 09, 2006

SMS Menyebalkan

beberapa hari lalu, disaat aku sudah mulai ingin memejamkan mata, hpku berbunyi tanda sebuah SMS masuk. pendek kata SMS itu membuatku bete...hehe, begini ceritanya

pukul 23.01 malam,
085645100xx (selanjutnya sebut saja ulfa) : Senja kamu kapan pulang?
aku : ni siapa ya? maap nomornya belum sempet kesimpen. btw, aku pulangnya pas lebaran donk.
(Padahal emang asli nggak kenal, bilang belum sempet nyimpen nomor biar nggak tersinggung, kali aja temen beneran)
ulfa : ni ulfa ja. Kok ganti terus nomornya?
aku : ulfa temen smp bukan? salah info kamu aku nggak pernah ganti nonor, ni nomor sudah ada sejak 6 tahun lalu kaleee.
ulfa : ya, masa sih? perasaan kemarin IM3 semua
aku : gimana kabarmu? sekarang dimana? kesibukannya apa?
ulfa : baek. kamu? nggak ke kosku ta?
aku : lho emang kosmu dimana? aku kan nggak ngerti, sms-an saja baru sekarang.
ulfa : wah ...ni bukan senja ya? ngaku-ngaku ni..ni siapa?
(balik nanya padahal aku kan tanya dimana kosnya, secara dia tadi membenarkan bahwa dia temen smp ku, dan balik nuduh aku pura-pura..hiiii mulai sebel, tapi kucoba tetep sabar)
aku : lho gimana sieh? emang kosmu dimana? wah aku jadi nggak ngerti, emang yang namanya senja ada berapa si?
ulfa : lho bukannya kamu pernah ke kosku? emang kamu pikir ni ulfa sapa? ni nomorku yang baru.
(masih juga belum menjawab pangkal permasalahannya, yaitu kosnya dimana. bahkan dia melontrakan pertanyaan baru, bukankah tadi dia sudah meng-iyakan saat akau tanya apakah dia temenku saat SMP)
aku : Ulfa temenku SMP 1 Kertosono. mangkanya kalau ditanya jawab mbak,kos-kosannya dimana, hari gini jawaban koq nggak lengkap. basiii.
ulfa : waduh koq jadi marah-marah gini sih?!. kayaknya temenku sih salah kasih nomor deh. bukan senja kamu. dah dulu ya pulasaku habis. makasih dah marah-marah. sori kalau aku ganggu.
aku : bukannya marah-marah mbak. tapi cuma ngasih tahu, sekarang ini jaman maju, kalau ditanya itu jawab, jangan cuma pake bahasa isyarat, kagak kelihatan di hp. besok-besok jangan diulangi lagi, kasihan kamunya sok akrab tapi malah kena batunya. udah sms ini nggak usah dibales, nggak punya pulasa kan?hehe.
ulfa : ih dasar menyebalkan! tadi aku nggak jawab coz dah ngira salah orang. senja temenku itu nggak mungkin tanya kosku dimana. bukan sok kenal ma kamu tapi temenku salah kasih nomor. nggak ada untungnya buat aku.
aku : lho katanya nggak punya pulsa, barusan beli ya? heheh

uhhhh...akhirnya sms nyasar dan ngeyel itu selesai dengan happy ending.
pertanyaan:
1. siapakah "senja" lain yang dimaksud ulfa?
2. siapakah yang ngasih nomor telepon itu?
3. dimanakah kos-kosan si ulfa?
ada yang bisa menjawab? :p